Optimalisasi Peran Ibu Dalam Pencegahan Dan Penanggulangan Stunting Melalui Edukasi Gizi Dan Pola Asuh Sehat Di Desa Kersoharjo Geneng Ngawi
DOI:
https://doi.org/10.33023/jpm.v12i2.3153Keywords:
Stunting, Peran Ibu, Edukasi Gizi, Pola Asuh Sehat, BalitaAbstract
ABSTRAK
Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi perhatian dalam pembangunan kesehatan karena dapat berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, kemampuan belajar, serta produktivitas anak pada masa mendatang. Pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memerlukan penerapan pola asuh yang tepat, terutama pada periode awal kehidupan anak. Ibu sebagai pengasuh utama memiliki peran penting dalam menentukan praktik pemberian makan, kebersihan, kesehatan, stimulasi, serta pola pengasuhan balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu balita mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola asuh sehat sebagai upaya mendukung pencegahan stunting di Desa Kersoharjo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen Akper Pemkab Ngawi menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta pemberian kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pengalaman dan permasalahan dalam pengasuhan balita. Kegiatan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas ibu balita peserta program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), petugas BKKBN, petugas puskesmas, kader kesehatan, dan perangkat desa. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi tahun 2024, prevalensi stunting mengalami penurunan dari 17,3% pada tahun 2023 menjadi 11,4% pada tahun 2024. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan gizi balita, pemilihan makanan bergizi seimbang, praktik pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang, serta pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala. Tingginya partisipasi dan antusiasme peserta selama diskusi menunjukkan adanya keterlibatan aktif dalam proses edukasi. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran ibu dan keluarga dalam pencegahan stunting serta mendukung keberlanjutan program kesehatan melalui kolaborasi antara keluarga, kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan lintas sektor.
Downloads
References
Bappenas. (2021). Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia 2021–2024. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi. (2024). Laporan Profil Kesehatan Kabupaten Ngawi Tahun 2024. Ngawi: Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi. (2024). Laporan Tahunan Program. Ngawi: Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Capaian Penurunan Stunting Nasional 2024. Jakarta: Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022–2024. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
UNICEF, WHO, & World Bank. (2023). Levels and trends in child malnutrition: Joint child malnutrition estimates – 2023 edition. Retrieved from https://data.unicef.org
World Health Organization. (2020). Stunting in a nutshell. Geneva: WHO.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Pariyem, Dhian Luluh Rohmawati, Dika Lukitaningtyas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


This work is licensed under a